Kekhawatiran investor turut meningkat karena monetisasi fitur pencarian berbasis AI belum secepat pencarian tradisional. Manajemen Google mengatakan, pengguna mulai memanfaatkan fitur AI Mode, tetapi pendapatan yang dihasilkan dari pencarian tersebut masih tumbuh lebih lambat.
Di sisi lain, arus kas bebas Alphabet semakin tertekan seiring peningkatan belanja modal sebesar USD6,5 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi USD51,4 miliar. Perusahaan teknologi tersebut terus menggelontorkan investasi besar untuk memperkuat kemampuan AI dan membangun infrastruktur pendukungnya.
Tekanan juga terlihat pada Samsung Electronics. Saham perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu turun lebih dari 4 persen setelah laba operasional divisi semikonduktornya tidak mencapai ekspektasi analis.
Penurunan ini sedikit mengikis kenaikan tajam saham Samsung sepanjang 2026. Investor juga kecewa karena perusahaan belum memberikan informasi baru mengenai rencana pengembalian modal kepada pemegang saham, meskipun mencatatkan pendapatan grup pada rekor tertinggi selama empat kuartal berturut-turut.
Samsung membukukan laba operasional keseluruhan sebesar 100 triliun won, setara sekitar USD74,52 miliar.