Berbeda dengan Alphabet dan Samsung, saham Microsoft bergerak naik tipis setelah perusahaan tersebut melaporkan pertumbuhan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan.
Pendapatan Microsoft pada kuartal pertama tahun fiskal mencapai USD92,28 miliar, tumbuh 19 persen. Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan 48 persen pada unit komputasi awan Azure.
Laba per saham yang telah disesuaikan mencapai USD4,89, melampaui ekspektasi Wall Street. Kinerja Azure yang kuat berpotensi meredakan kekhawatiran investor mengenai kemampuan Microsoft menghasilkan imbal hasil dari investasi AI.
Perhatian pasar berikutnya tertuju pada Amazon, perusahaan teknologi lain yang agresif mengembangkan infrastruktur AI. Amazon dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan setelah penutupan perdagangan Kamis.
Selain kinerja perusahaan teknologi, pelaku pasar juga mencermati kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan data inflasi AS.