Sektor energi S&P 500 turun 2,3 persen, dengan harga minyak mentah Brent turun ke level terendah dalam hampir empat bulan karena lebih banyak kapal tanker akan keluar dari Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah memberi tahu Washington bahwa tidak ada pungutan tol yang diminta.
Optimisme seputar berakhirnya perang dan ekspektasi pertumbuhan pendapatan yang kuat telah menempatkan S&P 500, pada jalur untuk kenaikan kuartalan terkuatnya dalam enam tahun, meskipun ada ekspektasi kenaikan suku bunga.
Sementara itu, JP Morgan menaikkan target harga S&P 500 akhir tahun menjadi 7.800 poin, dengan alasan momentum pertumbuhan pendapatan yang kuat dan ekonomi yang tangguh.
Saham yang naik lebih banyak daripada saham yang turun dengan rasio 1,58 banding 1 di NYSE dan dengan rasio 1,24 banding 1 di Nasdaq. Indeks S&P 500 mencatatkan 10 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu rekor terendah baru, sementara Indeks Komposit Nasdaq mencatatkan 77 rekor tertinggi baru dan 40 rekor terendah baru.
(Dhera Arizona)