AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Wall Street Dibuka Sumringah Berkat Pelonggaran Lockdown China

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 28 Juni 2022 22:33 WIB
Kebijakan baru Negeri Tirai Bambu itu diyakini dapat mendongkrak ekspektasi pemulihan ekonomi di level global.
Wall Street Dibuka Sumringah Berkat Pelonggaran Lockdown China (foto: MNC Media)
Wall Street Dibuka Sumringah Berkat Pelonggaran Lockdown China (foto: MNC Media)

IDXChannel - Tiga indeks utama Wall Street kompak menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, didorong oleh optimisme pelaku pasar seiring pembukaan kembali status lockdown di China. Kebijakan baru Negeri Tirai Bambu itu diyakini dapat mendongkrak ekspektasi pemulihan ekonomi di level global.

Pantauan pasar pada Selasa (28/6/2022) pukul 21:14 WIB, Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,35 persen di 31.549,05. S&P 500 (SPX) dibuka lebih tinggi sebesar 0,33 persen di 3.913,00. Sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) menguat 0,15 persen, menjadi 11.542,24.

China dikabarkan memutuskan untuk melonggarkan sejumlah persyaratan karantina bagi pelancong yang datang dari luar negeri. Langkah ini dinilai meningkatkan harapan untuk pertumbuhan yang lebih kuat dan kebangkitan permintaan komoditas.

Peraturan ketat 'zero-Covid' di China telah menjadi hambatan terhadap aktivitas ekonomi negara itu. Pelonggaran pembatasan perjalanan dan pembukaan kembali kota-kota besar dari lockdown dapat meningkatkan optimisme pasar.

"Ini adalah langkah maju yang baik," kata Analis PineBridge Investments, Hani Redha, dilansir Reuters, Selasa (28/6/2022).

Sejalan dengan kabar baik tersebut, sentimen inflasi dan kenaikan suku bunga masih menjadi perhatian pasar. Resiko stagflasi atau lonjakan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang lambat juga menjadi katalis pasar modal.

"Pasar ekuitas tidak akan keluar dari sentimen ini sampai bank sentral mengubah sikap hawkish mereka," kata Salman Baig, manajer portofolio Unigestion. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD