Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik menjadi 4,99 persen dari 4,96 persen pada akhir perdagangan Selasa (22/9/2026). Pada pekan lalu, imbal hasil tersebut sempat menembus 5 persen untuk pertama kalinya sejak 2023, dipicu kekhawatiran terhadap harga minyak yang tinggi, peningkatan utang pemerintah AS, dan sejumlah risiko lainnya.
Di tengah tekanan tersebut, pertumbuhan laba perusahaan AS yang kuat membantu Wall Street tetap bergerak mendekati rekor. Namun, sejumlah perusahaan mulai memberikan sinyal mengenai tekanan terhadap konsumen dan pasar perumahan.
KB Home mencatat laba kuartalan yang lebih tinggi dari ekspektasi analis. Namun, saham perusahaan pengembang perumahan tersebut turun 1 persen setelah Executive Chairman Jeffrey Mezger mengatakan kondisi pasar perumahan melemah dalam tiga bulan terakhir.
"Calon pembeli menjadi lebih berhati-hati karena kenaikan suku bunga hipotek, serta tekanan dari ketidakpastian geopolitik dan tantangan ekonomi yang lebih luas," kata Mezger.
General Mills juga membukukan laba kuartalan di atas ekspektasi analis. Namun, kenaikan biaya menekan margin perusahaan yang memproduksi merek Cheerios dan Progresso tersebut. General Mills memperkirakan pertumbuhan pada tahun fiskal ini berada di bawah kinerja historis karena kondisi konsumen yang masih menantang dan tidak menaikkan proyeksi laba setahun penuh. Sahamnya turun 1,2 persen.