AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
837,181 / gram

Wall Street Ditutup Bervariasi, Nasdaq Naik 11,86 Poin

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Selasa, 11 Januari 2022 07:12 WIB
Tiga indeks Saham Amerika Serikat atau Wall Street berakhir bervariasi Senin (10/1) waktu setempat.
Wall Street Ditutup Bervariasi, Nasdaq Naik 11,86 Poin (Dok.MNC Media)
Wall Street Ditutup Bervariasi, Nasdaq Naik 11,86 Poin (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Tiga indeks Saham Amerika Serikat atau Wall Street berakhir bervariasi Senin (10/1) waktu setempat. Dengan Nasdaq melakukan comeback di akhir sesi karena beberapa investor tampaknya berburu saham murah bahkan ketika mereka khawatir tentang kenaikan suku bunga.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 166,65 poin, atau 0,46%, menjadi 36.065,01, S&P 500 kehilangan 6,03 poin, atau 0,13%, menjadi berakhir pada 4.671,00 poin, sedangkan Nasdaq Composite naik 11,86 poin, atau 0,08%, menjadi 14.947,76.

Sementara pada Nasdaq, IXIC memangkas kerugiannya di sesi sore, sebelumnya telah jatuh sebanyak 10,37% di bawah level rekor intraday yang dicapai pada 22 November.

Menurut presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia, Peter Tuz, hal itu seiring dengan meningkatnya imbal hasil obligasi, investor juga cemas menunggu data inflasi minggu ini dan apa artinya bagi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve AS. 

Analis juga khawatir tentang dampak dari jumlah kasus virus corona terbaru pada musim pendapatan kuartal keempat yang dimulai akhir pekan ini.

"Orang-orang tetap khawatir tentang seperti apa inflasi dan bagaimana Fed akan bertindak untuk mengurangi situasi," kata Tuz.

Rick Meckler, mitra Cherry Lane Investments, kantor investasi keluarga di New Vernon, New Jersey mengatakan, dengan Nasdaq memangkas kerugiannya secara tajam selama sesi, beberapa investor muncul mencari barang murah setelah aksi jual tajam pada hari sebelumnya.

"Ini adalah ketegangan antara pemain besar di pasar yang telah melakukan realokasi dari pertumbuhan ke nilai dan investor ritel yang hanya tertarik pada nama-nama teknologi," kata Meckler.

"Kami telah sampai pada titik di mana Anda bertanya-tanya apakah roller coaster telah mencapai puncaknya dan menuju lurus ke bawah. Tapi pada dasarnya ada banyak pembeli di pasar ini yang membeli saat turun," imbuhnya.

Sementara pelaku usaha telah meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga mereka sejak risalah Fed dari pertemuan Desember tampaknya menandakan kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan.

Goldman Sachs mengatakan pihaknya memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga empat kali pada 2022, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya tiga kali. Baca selengkapnya

Sebelumnya benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun naik ke level tertinggi dalam hampir dua tahun pada hari Senin.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD