sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Imbas Konflik Timur Tengah

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
18/03/2026 06:19 WIB
Wall Street ditutup lebih tinggi pada hari Selasa waktu setempat, meskipun indeks rata-rata berakhir jauh di bawah level tertinggi sesi
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Imbas Konflik Timur Tengah (FOTO:iNews Media Group)
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Imbas Konflik Timur Tengah (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Wall Street ditutup lebih tinggi pada hari Selasa waktu setempat, meskipun indeks rata-rata berakhir jauh di bawah level tertinggi sesi, karena harga minyak masih tinggi di tengah serangan AS-Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran.

Dilansir dari laman Investing Rabu (18/3/2026), para pelaku pasar menantikan sejumlah keputusan suku bunga bank sentral pada pekan ini (termasuk Federal Reserve) untuk mendapatkan petunjuk tentang bagaimana para pembuat kebijakan berencana mengatasi guncangan inflasi akibat kenaikan harga minyak.

Indeks acuan S&P 500 naik 0,3 persen menjadi 6.717,19 poin, sedikit menurun dari kenaikan hingga 0,8 persen. Indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,5 persen menjadi 22.479,53 poin.

Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip naik 0,1 persen menjadi 46.993,87 poin.

Indeks utama mencatatkan kenaikan yang solid pada hari Senin, dibantu oleh peningkatan saham teknologi dari Nvidia (NASDAQ:NVDA) dan penurunan harga minyak.

Kenaikan tersebut berlanjut setelah pembukaan pasar pada hari Selasa, tetapi secara bertahap melemah sepanjang sesi perdagangan seiring dengan kenaikan harga minyak.

"Harga minyak dan saham yang lebih tinggi mungkin tampak seperti paradoks, tetapi dengan berita semalam bahwa Israel membunuh Kepala Keamanan Iran Ali Larijani, tampaknya ada beberapa optimisme berkelanjutan dalam jangka pendek," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management, kepada Investing.com.

“Terlepas dari itu, pasar ini tetap sangat rapuh dan potensi berita buruk seputar perdagangan minyak atau potensi lamanya konflik dapat dengan mudah menyebabkan pembalikan cepat dan lonjakan VIX,” tutur Dollarhide.

Iran kehilangan tokoh-tokoh kunci

Israel mengatakan bahwa Larijani diyakini tewas dalam serangan udara pada hari Senin, lapor Wall Street Journal.

Laporan media lain mengatakan Gholamreza Soleimani, Komandan Unit Paramiliter Basij Iran juga telah tewas. Namun, belum ada konfirmasi dari pejabat Iran atau media di negara tersebut.

Saat pertempuran di Timur Tengah 

berkecamuk, Selat Hormuz (jalur air vital di selatan Iran yang dilalui seperlima minyak dunia) masih ditutup. Iran pun mengatakan bahwa selat tersebut terbuka untuk semua kapal kecuali kapal AS dan sekutunya.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement