sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Lesu Imbas Masih Maraknya Aksi Jual Saham Teknologi

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
05/02/2026 22:08 WIB
Wall Street hari ini dibuka lesu, Kamis (5/2/2026) pagi, waktu setempat. Hal itu terjadi imbas maraknya aksi jual saham teknologi oleh para investor.
Wall Street Lesu Imbas Masih Maraknya Aksi Jual Saham Teknologi. (Foto Istimewa)
Wall Street Lesu Imbas Masih Maraknya Aksi Jual Saham Teknologi. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, hari ini dibuka lesu, Kamis (5/2/2026) pagi, waktu setempat. Hal itu terjadi imbas maraknya aksi jual saham teknologi oleh para investor.

Dilansir dari laman Yahoo Finance, hal itu dilakukan para investor karena sejumlah sentimen. Mulai dari pasar yang menanti rilis laporan pendapatan Amazon, penilaian terhadap rencana pengeluaran besar Alphabet untuk AI, hingga mencerna data pekerjaan yang menandakan kelemahan baru di pasar tenaga kerja.

S&P 500 turun sekitar 0,9 persen, Nasdaq Composite melemah 1,3 persen, dan Dow Jones Industrial Average merosot 0,5 persen.

Pasar kini berada di tengah-tengah kehancuran saham teknologi senilai triliunan dolar, karena investor mempertimbangkan apakah beberapa saham perangkat lunak mengalami penurunan yang terlalu besar. Kerugian tersebut dipicu oleh kekhawatiran tentang gangguan AI terhadap pemain perangkat lunak yang sudah mapan.

Hal itu dinilai risiko yang telah diabaikan oleh investor yang fokus pada dampak dari pengeluaran besar-besaran untuk AI hingga baru-baru ini.

Intinya, para investor Wall Street masih mencerna laporan pendapatan perusahaan terbaru, dengan fokus utama pada pengembangan dan permintaan AI dari perusahaan teknologi besar.

Sementara itu, pasar tenaga kerja menunjukkan sinyal kelemahan baru yakni klaim pengangguran mingguan meningkat lebih dari yang diperkirakan, sementara laporan baru menemukan bahwa bulan lalu menandai Januari terburuk untuk pengumuman PHK sejak 2009.

Pembaruan ini muncul setelah Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP (ADP National Employment Report) pada Rabu menunjukkan bisnis menambah lebih sedikit membuka lapangan pekerjaan pada Januari daripada yang diperkirakan. Laporan pekerjaan bulanan pemerintah akan dirilis Rabu depan.

Di lain sisi, harga perak anjlok hingga 17 persen, karena China melepas kepemilikan perak mereka.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement