sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Menguat, S&P 500-Nasdaq Pecah Rekor di Tengah Harapan Perdamaian Timteng

Market news editor Rahmat Fiansyah
16/04/2026 06:15 WIB
Indeks utama Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Rabu (15/4/2026), dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor.
Indeks utama Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Rabu (15/4/2026), dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor. (Foto: Freepik)
Indeks utama Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Rabu (15/4/2026), dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Indeks utama Wall Street ditutup variatif pada perdagangan Rabu (15/4/2026), dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan tertinggi. Kenaikan ini didorong optimisme investor terhadap kinerja laba emiten serta  negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Nasdaq mencatatkan rekor penutupan tertinggi untuk pertama kalinya sejak 29 Oktober 2025. Penguatan dipimpin oleh saham teknologi, khususnya sektor perangkat lunak, hanya 13 hari perdagangan setelah indeks tersebut sempat masuk fase koreksi akibat kekhawatiran konflik Timur Tengah.

Harapan bahwa Washington dan Teheran akan kembali ke meja perundingan menjadi sentimen positif utama pekan ini. Konflik yang berlangsung sebelumnya sempat mengganggu pasar minyak global, memicu kekhawatiran inflasi, serta membayangi arah suku bunga.

Gedung Putih menyatakan pembicaraan lanjutan dengan Iran masih berlangsung dan berjalan produktif. Namun, pemerintah AS membantah laporan yang menyebut adanya permintaan gencatan senjata. Di sisi lain, Departemen Keuangan AS tetap menjatuhkan sanksi terhadap infrastruktur transportasi minyak Iran yang melibatkan puluhan individu, perusahaan, dan kapal.

Secara indeks, Dow Jones Industrial Average turun 0,15 persen ke 48.463,72, S&P 500 naik 0,80 persen ke 7.022,95, dan Nasdaq melonjak 1,60 persen ke 24.016,02. Nasdaq juga mencatatkan reli 11 hari berturut-turut, terpanjang sejak November 2021.

Chief Executive Officer Falcon Wealth Planning, Gabriel Shahin mengatakan, pelaku pasar memanfaatkan koreksi sebelumnya menjadi peluang akumulasi. Dia menilai, fundamental ekonomi masih solid di tengah gejolak geopolitik.

“Banyak investor melihat koreksi kemarin sebagai diskon. Jika mengabaikan sentimen berita, tidak ada yang salah secara fundamental dengan bisnis maupun ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Senada, Head of Economic and Market Strategy ClearBridge Investments, Jeff Schulze mengatakan, penguatan pasar didorong kombinasi awal musim laporan keuangan yang positif serta harapan meredanya konflik. Menurutnya, kondisi ini menjadi katalis penting bagi pasar.

“Pasar jarang menunggu kepastian penuh. Risiko mulai menurun dan arah pergerakan yang paling mungkin saat ini adalah naik,” ujarnya.

Dari sisi sektoral, indeks teknologi S&P 500 memimpin penguatan dengan kenaikan 2,08 persen, didukung lonjakan indeks perangkat lunak dan jasa sebesar 4,3 persen. Sebaliknya, sektor material turun 1,3 persen dan industri melemah 1,24 persen.

Saham sektor keuangan turut menguat setelah Bank of America dan Morgan Stanley melaporkan kenaikan laba kuartalan, yang mendorong indeks keuangan S&P 500 naik 0,8 persen. Sementara itu, indeks volatilitas CBOE turun ke level terendah sejak akhir Februari.

Kendati demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa pasar masih membutuhkan katalis tambahan untuk mempertahankan momentum, mengingat harga minyak masih tinggi dan belum ada kepastian penyelesaian konflik Timur Tengah. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, juga menyatakan arah suku bunga ke depan masih terbuka, baik untuk penurunan maupun kenaikan.

Di sisi lain, saham berbasis komputasi kuantum mencatat lonjakan signifikan, di antaranya Rigetti Computing, D-Wave Quantum, dan Arqit Quantum. Selain itu, Broadcom naik setelah memperpanjang kerja sama chip dengan Meta, sementara Snap menguat usai mengumumkan pemangkasan karyawan, dan Allbirds naik tajam usai mengumumkan pivot ke infrastruktur AI.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement