sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Pekan Ini: Reli Saham AS Hadapi Rilis Pendapatan Perusahaan Teknologi dan Pertemuan Fed

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
27/04/2026 05:05 WIB
Reli saham AS menghadapi ujian pada pekan ini, seiring dengan akan dilaporkannya hasil keuangan perusahaan raksasa teknologi dan pertemuan Fed.
Wall Street Pekan Ini: Reli Saham AS Hadapi Rilis Pendapatan Perusahaan Teknologi dan Pertemuan Fed. (Foto Istimewa)
Wall Street Pekan Ini: Reli Saham AS Hadapi Rilis Pendapatan Perusahaan Teknologi dan Pertemuan Fed. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Reli saham Amerika Serikat (AS) menghadapi ujian pada pekan ini, seiring dengan akan dilaporkannya hasil keuangan perusahaan raksasa teknologi, bersamaan dengan pertemuan Federal Reserve yang dapat menandai berakhirnya masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua bank sentral AS.

Dilansir dari Reuters, Senin (27/4/2026), indeks telah melonjak bulan ini, pulih dari kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah untuk mencetak rekor tertinggi. Indeks acuan S&P 500, pada Jumat naik sekitar 13 persen sejak 30 Maret 2026. Dalam rentang waktu tersebut, Nasdaq Composite yang didominasi teknologi melonjak lebih dari 19 persen.

Meskipun gencatan senjata di Timur Tengah meredakan kekhawatiran tentang eskalasi yang lebih parah dan membantu memicu reli ekuitas, perkembangan yang melibatkan perang AS-Israel dengan Iran kemungkinan akan terus mengguncang harga aset dalam beberapa hari mendatang.

Ekspektasi keuntungan yang kuat tahun ini telah meningkatkan prospek bullish investor terhadap saham, dan musim pelaporan kuartal I telah dimulai dengan baik. Hingga Jumat, 81,3 persen perusahaan S&P 500 telah membukukan pendapatan di atas ekspektasi analis, dengan pendapatan keseluruhan diperkirakan naik 16,1 persen pada kuartal pertama, menurut Tajinder Dhillon, kepala riset pendapatan di LSEG.

Lebih dari sepertiga perusahaan S&P 500 akan mempublikasikan hasilnya pekan ini. Termasuk lima dari tujuh perusahaan megaca Magnificent Seven, yang telah menjadi saham unggulan dari pasar bullish yang dimulai lebih dari tiga tahun lalu.

Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms akan melaporkan hasil keuangan pada Rabu, dengan investor fokus pada rencana belanja modal besar-besaran mereka untuk membangun pusat data dan infrastruktur lainnya guna mendukung aplikasi kecerdasan buatan. Apple akan melaporkan hasil keuangan pada Kamis, menyusul pengumuman pergantian CEO dari perusahaan pembuat iPhone tersebut.

"Perusahaan-perusahaan ini memiliki banyak hal untuk dibuktikan, dan agar harga saham mereka naik, mereka benar-benar harus memukau investor di bidang pendapatan," kata Kepala Strategi Pasar Ameriprise, Anthony Saglimbene.

Setelah awal tahun yang beragam, Magnificent Seven dan saham teknologi secara luas sebagian besar menunjukkan kinerja yang kuat bulan ini. Saham produsen chip menjadi yang paling menonjol, dengan indeks Philadelphia SE Semiconductor naik selama 18 sesi berturut-turut hingga Jumat.

Perusahaan lain yang akan melaporkan hasil keuangan minggu depan termasuk produsen obat penurun berat badan Eli Lilly, perusahaan minyak besar Exxon Mobil, dan perusahaan pemrosesan pembayaran Visa.

Pertemuan Fed Jadi yang Terakhir bagi Powell?

Bank Sentral AS (Fed) secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil dalam pernyataan kebijakannya pada Rabu di akhir pertemuan dua harinya. Investor akan mencari pandangan terbaru dari para pembuat kebijakan tentang dampak perang terhadap perekonomian dan arah suku bunga.

Kekhawatiran tentang lonjakan harga energi yang dipicu oleh perang telah menyebabkan investor mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga yang menguntungkan pasar saham tahun ini. Pasar memperkirakan kurang dari satu penurunan suku bunga standar 25 basis poin hingga Desember, menurut data LSEG, setelah sebelumnya memperkirakan setidaknya dua penurunan sebelum perang dimulai pada akhir Februari.

Pertemuan ini juga diperkirakan akan menjadi yang terakhir dengan Powell sebagai pemimpin, dengan masa jabatannya sebagai ketua akan berakhir pada 15 Mei 2026.

Mantan Gubernur Fed Kevin Warsh, pilihan Presiden Donald Trump dinobatkan sebagai ketua Fed berikutnya, hadir di hadapan panel Senat AS minggu ini untuk sidang konfirmasinya.

Lebih lanjut, pada pekan depan juga akan dirilis data pertumbuhan ekonomi AS kuartal I, serta Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Maret, indikator pilihan Fed untuk inflasi. Kedua laporan tersebut dapat memberikan wawasan tentang dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah sejauh ini.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement