Fluktuasi intraday pasar saham seiring investor mencerna berita utama telah menambah volatilitas pada perdagangan harian dalam beberapa minggu terakhir.
"Masih ada banyak sekali ketidakpastian di luar sana mengenai durasi konflik, serta durasi penutupan Selat Hormuz," kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research di New York, Sam Stovall.
"Sekali lagi hari ini, pergerakan rebound harga menunjukkan bahwa investor mencari setiap peluang untuk kembali masuk ke pasar," katanya.
Namun, kekhawatiran yang meningkat tersebut, dikombinasikan dengan laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan pada Jumat, meningkatkan kemungkinan stagflasi ekonomi, yang akan menjebak Federal Reserve AS di antara dua sisi mandat gandanya yakni stabilitas harga dan lapangan kerja penuh.
Meski demikian, pasar keuangan sebagian besar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah hingga paruh pertama tahun ini, menurut FedWatch CME.