sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Tembus Rekor Tertinggi Seiring Lonjakan Saham Chip AI

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
06/05/2026 06:18 WIB
Indeks utama Wall Street, terutama S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (5/5/2026).
Wall Street Tembus Rekor Tertinggi Seiring Lonjakan Saham Chip AI. (Foto Istimewa)
Wall Street Tembus Rekor Tertinggi Seiring Lonjakan Saham Chip AI. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Indeks utama Wall Street, terutama S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Hal ini didorong oleh Intel dan saham-saham terkait AI lainnya di saat tetap berlakunya gencatan senjata Amerika Serikat (AS)-Iran dan investor fokus pada pendapatan kuartalan yang kuat.

Dilansir dari Reuters, Rabu (6/5/2026), indeks S&P 500 naik 0,81 persen dan mengakhiri sesi di 7.259,22 poin.

Indeks Nasdaq menguat 1,03 persen menjadi 25.326,13 poin, sementara Dow Jones Industrial Average melejit 0,73 persen ke level 49.298,25 poin.

Amerika menyatakan pada Selasa bahwa gencatan senjata dengan Iran tetap dilaksanakan. Pernyataan ini meredakan kekhawatiran upaya kedua belah pihak untuk menegaskan kendali atas Selat Hormuz akan meningkatkan permusuhan.

Investor fokus pada perusahaan terkait AI, dan perancang chip AMD yang melonjak 4 persen menjelang laporan kuartalannya setelah penutupan pasar, dengan analis memperkirakan lonjakan pendapatan sebesar 33 persen.

Intel naik 13 persen setelah Bloomberg News melaporkan Apple akan menggunakan jasa pembuatan chip perusahaan tersebut untuk memproduksi prosesor utama untuk perangkatnya.

Indeks chip PHLX melesat 4,2 persen ke rekor tertinggi, dan indeks tersebut sekarang naik 55 persen pada 2026.

Perusahaan-perusahaan S&P 500 berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan pertumbuhan laba agregat sebesar 28 persen (yoy) untuk kuartal pertama, pertumbuhan laba kuartalan terkuat sejak 2021, menurut Kepala Riset Laba di LSEG, Tajinder Dhillon.

Perusahaan-perusahaan besar AI Wall Street menyumbang sebagian besar optimisme tersebut.

Di lain sisi, harga minyak mentah Brent turun tetapi masih diperdagangkan pada USD110 per barel.

Data menunjukkan lowongan pekerjaan di AS turun menjadi 6,866 juta pada Maret, sedikit di atas perkiraan 6,835 juta. Hal itu memperkuat pandangan bahwa ketahanan pasar tenaga kerja dapat memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

S&P 500 mencatat 43 rekor tertinggi baru dan 23 rekor terendah baru, Nasdaq mencatat 160 rekor tertinggi baru dan 79 rekor terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS relatif rendah, dengan 16,1 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 17,7 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement