IDXChannel – PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge (WIFI) melalui anak usahanya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE), menerbitkan Samurai Bond senilai JPY21,4 miliar atau Rp2,4 triliun di pasar modal Jepang. Capaian ini menjadikan WEAVE sebagai salah satu sedikit perusahaan Indonesia yang mengakses pasar obligasi Jepang.
WEAVE, operator layanan fixed broadband Starlite FTTH yang 49 persen sahamnya dimiliki NTT East Group, memperoleh peringkat investment grade BBB+ secara mandiri (standalone) dari Japan Credit Rating Agency (JCR) tanpa jaminan maupun penguatan kredit dari induk usaha atau pihak ketiga. Hal tersebut mencerminkan kepercayaan investor Jepang terhadap fundamental bisnis, tata kelola perusahaan, serta prospek pertumbuhan jangka panjang WEAVE.
Penandatanganan transaksi dilakukan pada 24 Juli 2026, sedangkan seremoni penyelesaian transaksi digelar di Tokyo ada Rabu (29/7/2026). Samurai Bond tersebut diterbitkan terdiri atas dua seri, yakni Japanese Yen Bonds-First Series (2026) senilai JPY19,4 miliar atau Rp2,2 triliun dengan tenor tiga tahun serta Japanese Yen Bonds-Second Series (2026) senilai JPY2 miliar atau Rp223 miliar dengan tenor lima tahun.
Transaksi ini ditangani Daiwa Securities Co., Ltd. sebagai sole arranger, sole bookrunner, dan sole underwriter. Sementara itu, obligasi akan dicatatkan di pasar Jepang dengan Mizuho Bank, Ltd. bertindak sebagai agen fiskal.
Direktur Utama PT Integrasi Jaringan Ekosistem Hendrik Tee mengatakan penerbitan Samurai Bond menjadi pengakuan internasional atas fundamental bisnis, disiplin pengelolaan keuangan, dan tata kelola perusahaan yang dimiliki WEAVE.
"Keberhasilan penerbitan Samurai Bond ini adalah pengakuan internasional terhadap fundamental bisnis WEAVE, disiplin pengelolaan keuangan, dan tata kelola perusahaan yang baik. Pendanaan ini memperkuat struktur permodalan Perseroan sekaligus memperluas akses kami terhadap sumber pembiayaan global," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Dia menambahkan, dukungan investor internasional akan mempercepat pembangunan jaringan fixed broadband nasional agar semakin banyak masyarakat Indonesia menikmati layanan internet berkecepatan tinggi dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau.
JCR menetapkan rating BBB+ kepada WEAVE secara mandiri (standalone), tanpa jaminan maupun penguatan kredit dari induk usaha atau pihak ketiga. Peringkat BBB+ adalah kategori investment grade yang menunjukkan kemampuan kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan. Penilaian tersebut didukung fundamental bisnis yang sehat, struktur permodalan yang solid, arus kas berkelanjutan, disiplin keuangan, serta penerapan tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG) sesuai standar investor institusional Jepang.
Menurut Hendrik, bagi investor Jepang yang dikenal selektif dan konservatif, keberhasilan transaksi ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap kredibilitas perusahaan, kualitas manajemen, transparansi, dan prospek pertumbuhan jangka panjang WEAVE.
Sementara itu, President and CEO NTT East Corporation Naoki Shibutani mengatakan keberhasilan penerbitan Samurai Bond menunjukkan model pendanaan baru yang menghubungkan pasar modal Jepang dengan perusahaan-perusahaan bertumbuh di Indonesia. Menurut dia, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dan informasi, mengurangi kesenjangan digital, serta mendukung pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
"Dengan memanfaatkan teknologi dan keahlian operasional infrastruktur telekomunikasi yang dikembangkan di Jepang, NTT East Group akan terus bekerja sama dengan WEAVE untuk mendorong pembangunan infrastruktur telekomunikasi berkualitas tinggi di Indonesia," ujarnya.
Dana hasil penerbitan Samurai Bond akan digunakan untuk belanja modal pembangunan, perluasan, dan pemeliharaan jaringan fiber-to-the-home (FTTH) serta infrastruktur telekomunikasi lainnya. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja, pembiayaan kembali (refinancing), dan keperluan umum perseroan.
(Rahmat Fiansyah)