Dengan total nilai dividen yang dibagikan sebesar Rp4 miliar, atau setara dengan Rp0,46 per saham, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan atas nominal dividen yang dibagikan oleh anak usaha dari PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini.
Hal ini merujuk pada data pembagian dividen pada tahun sebelumnya, di mana WTON diketahui membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2024 yaitu sebesar Rp0,75 per saham. Penurunan nilai ini sejalan dengan nilai laba bersih yang juga merosot, dari semula Rp65 miliar pada 2024 lalu, menjadi Rp40 miliar saja pada tahun buku 2025 ini.
Selain penggunaan laba bersih, RUPST WTON juga memutuskan pergantian pengurus Perseroan, dengan diberhentikannya secara hormat Dwi Gawan Islandhi HB dari posisi Komisaris Independen, Tjia Marwan dari posisi Komisaris, serta Agus Pramono dari posisi Direktur Operasi dan Supply Chain Management.
Sebagai pengganti, RUPST sepakat untuk mengangkat Noor Aljanna Fitri Gayo sebagai Komisaris Independen, serta Andrianto dan Indriani Widiastuti sebagai Komisaris Perseroan.
Dengan demikian, susunan lengkap pengurus PT Wijaya Karya Beton Tbk, usai pelaksanaan RUPST, adalah sebagai berikut: