Selain itu, perbaikan kinerja juga tercermin dari beban pokok pendapatan terhadap laba kotor yang dicatatkan sebesar Rp3,2 miliar, atau naik 156,1 persen yoy.
Tumiyono menambahkan, permintaan protein hewani diproyeksi mengalami peningkatan, baik daging ayam, telur ayam dan daging sapi. Apalagi, sektor pangan juga menjadi fokus pemerintah seiring dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Perseroan juga mulai menunjukkan perbaikan dalam
kemampuan membayar hutang. Rasio lancar (current ratio) pada kuartal 1-2026 mencapai 1,4 kali, dibandingkan 0,7 kali pada kuartal 1-2025. Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban Perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur,” kata Tumiyono.
Sebagai informasi, perseroan dan anak usaha PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) akan menggelar rights issue dengan menerbitkan 8,5 juta saham baru untuk WMPP dan 6 juta saham baru untuk WMUU.
(DESI ANGRIANI)