Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Ignatius Harry menilai, kinerja perseroan masih cukup solid dan resilien. Hal ini, kata dia, merupakan hasil dari konsistensi perseroan dalam menjaga efisiensi dan kesehatan finansial.
"Perolehan laba ini mencerminkan efektivitas strategi efisiensi dan deleveraging yang kami jalankan. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga pada penguatan margin dan pengelolaan arus kas yang sehat," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Kendati demikian, arus kas WIKA Beton masih "berdarah-darah" dengan arus kas dari aktivitas operasi negatif Rp125 miliar. Kendati demikian, angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp178 miliar.
Ignatius menekankan, WIKA Beton akan terus memperkuat tata kelola dan kinerja operasional. Selain itu, perseroan juga terus berkomitmen menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
(Rahmat Fiansyah)