AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

4 Prinsip Kerja Orang Jepang biar Cepat Sukses, Bisa Jadi Contoh

MILENOMIC
Ahmad Haidir
Sabtu, 12 Juni 2021 22:46 WIB
Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang memiliki tingkat kedisiplinan serta produktivitas kerja yang tinggi. Beberapa prinsip kerja bisa jadi contoh.
MNC Media

IDXChannel– Sebagai salah satu negara maju dari Benua Asia, bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang memiliki tingkat kedisiplinan serta produktivitas kerja yang tinggi.

Etos kerja orang Jepang ini telah ditanamkan dan diturunkan dari generasi ke generasi melalui sistem pendidikan yang diterapkan dalam dunia kerja, bahkan dalam kehidupan sehari.

Lalu apa yang membuat bangsa Jepang, yang juga terkenal dengan karakteristiknya sebagai workaholic alias gila kerja tersebut, memiliki etos kerja yang luar biasa? Ternyata ada beberapa prinsip dasar yang mengakar pada budaya mereka yang tentu bisa kita contoh dan terapkan jika ingin memiliki etos kerja seperti orang Jepang.

Ini dia beberapa prinsip kerja orang Jepang yang mengakar dari budaya mereka dirangkum oleh MNC Portal Indonesia berikut ini :

1.      Prinsip Hou-Ren-Sou

Hou-Ren-Sou atau dibaca Horenso adalah budaya kerja bangsa Jepang dalam berkomunikasi dan berdiskusi. Adapun prinsip Horenso ini merupakan singkatan dari tiga konsep yaitu Houkoku yang berarti melaporkan, Renraku yang bermakna menginformasikan, dan Soudan yang berarti konsultasi atau pra-konsultasi.

Houkoku : Dalam budaya kerja orang Jepang, karyawan harus selalu melaporkan hasil kerjanya kepada atasan. Karena dengan melaporkan itulah seorang atasan akan dapat memberikan masukan berupa kritik dana tau saran kepada bawahannya, sehingga bawahan nantinya dapat menyelesaikan tugas seperti yang diharapkan.

Seorang atasan juga menilai proses dan hasil pekerjaan yang telah diberikan kepada bawahann melalui Houkoku. Setiap bawahan yang sedang bertugas harus mampu memberikan laporan setiap perkembangan aktivitas kerjanya yang dibuat berdasarkan data-data yang akurat dan jelas.

Renraku : Merupakan konsep yang berarti menginformasikan.Menginformasikan disini adalah masing-masing pihak, baik atasan maupun bawahan, benar-benar menyampaikan fakta dan informasi yang ada terutama masalah-masalah yang berhubungan dengan pekerjaan.

Dengan adanya keterbukaan informasi dan komunikasi yang terjalin, diharapkan proses pekerjaan dapat berjalan lebih mudah karena bersifat kolaboratif.

Soudan : Konsep Soudan artinya mengkonsultasikan, yaitu proses konsultasi atau diskusi antara atasan dan bawahan.

Dalam dunia kerja, ada kalanya kondisi di lapangan jauh berbeda dengan kondisi yang diperkirakan.Pada saat itulah diperlukan proses Soudan, dimana karyawan dalam hal ini terutama bawahan akan bisa menerima pendapat, masukan, petunjuk dan saran dari atasan terkait proses penyelesaian masalah yang sedang dihadapi ataupun dalam sebuah proses pengambilan keputusan.

2.      Prinsip Kaizen

Merupakan salah satu budaya serta prinsip yang paling dipegang teguh oleh bangsa Jepang. Prinsip kaizen adalah prinsip terkait tepat waktu serta efektivitas, dalam hal ini adalah optimalisasi biaya dan waktu dalam menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.

Hal itu mendorong bangsa Jepang untuk berkomitmen tinggi pada pekerjaan dan diselesaikan sesuai jadwal, karena jika tidak mengikuti jadwal, penyelesaian pekerjaan menjadi lambat yang akan menimbulkan berbagai kerugian.

Selain itu penerapan prinsip Kaizen ini tidak hanya terbatas persoalan kerjaan, namun sudah mendarah-daging di kehidupan sehari-hari bangsa Jepang. Orang Jepang terkenal sangat memperhatikan dan menghargai waktu. Semisal dalam hal janji untuk bertemu, sudah menjadi hal yang biasa bahwa orang Jepang bisa datang dan telah berada di lokasi pertemuan 10 bahkan sampai 30 menit sebelum waktu yang ditentukan.

Namun bagaimana jika seseorang mengalami keterlambatan? Karena kedisiplinan orang Jepang, yang harus dan perlu dilakukan adalah sesegera mungkin meminta maaf dan tidak perlu menjelaskan alasan mengapa sampai terlambat, apalagi sampai menceritakan berbagai alasan

3.      Prinsip Keishan

Salah satu prinsip dan budaya kerja orang Jepang yang sangat perlu untuk ditiru. Prinsip Keishan ini mengajarkan tentang untuk terus belajar dan berusaha, caranya adalah dengan senantiasa mengedepankan nilai-nilai seperti kreatif, inovatif dan produktif. Jangan pernah remehkan hal sekecil apapun, karena bisa jadi kita akan mendapatkan pembelajaran berharga melalui hal tersebut.


4.      Prinsip Bushido

Dari beberapa prinsip dan budaya kerja orang Jepang seperti yang telah disebutkan di atas, prinsip Bushido lah yang menjadi fundamental prinsip dari etos kerja bangsa Jepang.

Bushido juga memiliki arti ‘ksatria’. Adapun Bushido adalah prinsip tentang semangat kerja keras serta loyalitas yang didasarkan pada budaya samurai.

Untuk diketahui, seorang samurai sangat loyal dan total terhadap tanggungjawabnya. Bahkan ia rela untuk melakukan bunuh diri atau yang terkenal dengan sebutan hara-kiri ketika merasa telah gagal menunaikan tanggungjawabnya untuk menjaga kehormatan dirinya. Prinsip ini telah diwariskan secara turun-temurun. Maka tak perlu heran jikalau masyarakat Jepang terkenal dengan totalitasnya dalam bekerja.

Dari keempat prinsip tersebut, semuanya saling berkesinambungan dan harus senantiasa dipegang teguh jikalau kita ingin memiliki etos kerja selayaknya bangsa Jepang. Yuk bisa yuk!

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD