IDXChannel—Apa yang terjadi jika bayi lahir di pesawat? Banyak kejadian unik terjadi selama perjalanan di udara. Salah satu yang beberapa kali terjadi adalah kelahiran mendadak di dalam pesawat saat mengudara.
Kejadian melahirkan di dalam pesawat terbilang langka, hanya pernah terjadi di beberapa maskapai penerbangan Indonesia maupun maskapai luar negeri. Namun demikian, tidak ada catatan resmi dari industri penerbangan ihwal jumlah kejadian kelahiran di dalam pesawat.
Melansir Conde Nast Traveler (17/7), MedAire Medical Director Dr Paulo Alves mengatakan kelahiran di pesawat sangatlah langka, peristiwa yang pernah terjadi biasanya adalah kelahiran yang tidak terduga, alias kelahiran prematur.
“Penerbangan udara bukanlah lingkungan dan tempat yang terbaik untuk melahirkan. Oksigen di dalam pesawat lebih tipis, bisa menyulitkan bayi bernafas,” tuturnya.
Belum lagi jika ternyata sang ibu memerlukan operasi c-section mendadak. Oleh sebab itu, biasanya ibu hamil tidak akan berpergian jauh menjelang tanggal kelahiran yang sudah diperkirakan oleh dokter.
Tujuannya tentu saja agar ibu dan keluarga dapat bersiap untuk pergi ke rumah sakit jika sewaktu-waktu air ketuban pecah. Sehingga, kelahiran di pesawat umumnya terjadi tidak terduga, di luar tanggal yang sudah diestimasikan.
Namun berita tentang kelahiran di pesawat ini beberapa kali tersiar. Tentu saja, ada momen unik yang mengikuti peristiwa langka ini.
Apa yang Terjadi Jika Bayi Lahir di Pesawat? Fakta Unik dan Peristiwa yang Pernah Terjadi
1. Tetap Mendapatkan Akte
Pada 2013, seorang wanita berusia 33 tahun bernama Harmani tanpa terduga melahirkan di pesawat Merpati Airlines yang tengah mengudara dengan rute Timika ke Makassar. Harmani yang saat itu mengandung tujuh bulan, dibantu melahirkan oleh kru pramugari.
Bayi tersebut tentu saja tetap mendapatkan akte kelahiran, dengan tempat kelahiran yang tercatat adalah kota tempat pesawat transit atau diturunkan. Hal ini sesuai dengan UU No. 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan.
2. Skyborn
Bayi yang terlahir di pesawat saat mengudara disebut skyborn. Meskipun industri penerbangan global tidak pernah merilis jumlah kelahiran skyborn, International Society of Travel Medicine mencatat ada 74 bayi diketahui lahir di pesawat selama 1929 hingga 2018.
Ini adalah catatan dari peristiwa kelahiran yang pernah tersiar di berita. Dari 74 bayi itu, 71 di antaranya selamat melewati proses kelahiran. Berita pertama soal kelahiran skyborn tercatat pada 1929.
3. Diberi Hadiah
Peristiwa skyborn pernah terjadi pada penerbangan Spirit Airlines di tahun 2017. Bayi tersebut mendapatkan tiket gratis pada hari ulang tahunnya seumur hidup. Pemberian tiket gratis untuk skyborn ini juga berlaku di beberapa maskapai lain.
Pemberian hadiah untuk skyborn yang pernah diberitakan berbeda-beda. Ada anak yang diberi jaminan pekerjaan saat besar, ada anak yang namanya digunakan sebagai nama pesawat. Pemberian hadiah ini umumnya dianggap untuk keperluan PR.
4. Aturan Kewarganegaraan Bisa Berbeda
Menurut MedAire, tidak ada aturan universal yang mengatur tempat kelahiran pada catatan akte untuk bayi-bayi skyborn di atas 36.000 kaki. Bayi umumnya tercatat sebagai warga negara yang sama dengan orang tuanya, aturan ini juga berlaku umum.
Namun ada beberapa negara yang menerapkan aturan jus soli, atau ‘hak atas tanah’, yang merujuk pada kewarganegaraan sesuai lokasi bayi terlahir. Amerika Serikat dapat memberikan kewarganegaraan pada bayi skyborn yang terlahir di wilayah udara AS.
Itulah beberapa fakta unik apa yang terjadi jika bayi lahir di pesawat. (NKK)