AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Frugal Living Cocok Diterapkan untuk Generasi Milenial? Berikut Analisa Perencana Keuangan

MILENOMIC
Winda Destiana
Selasa, 28 September 2021 11:06 WIB
Frugal Living atau gaya hidup hemat mulai digemari banyak. Tak terkecuali generasi milenial yang berencana akan pensiun dini sebelum usia 40 tahun.
Gaya hidup hemat atau Frugal Living (Ilustrasi)
Gaya hidup hemat atau Frugal Living (Ilustrasi)

IDXChannel - Frugal Living atau gaya hidup hemat mulai digemari banyak orang saat ini. Tak terkecuali generasi milenial yang berencana akan pensiun dini sebelum usia 40 tahun. 

Menanggapi hal tersebut, Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan Frugal Living adalah konsep ideal dimana seseorang membelanjakan uang mereka untuk suatu hal yang menjadi kebutuhan. 

"Karena Frugal Living itu membelanjakan uang lebih kepada kita membutuhkannya bukan sekedar ingin. Walaupun itu mungkin keinginan kita tapi jangan membeli tanpa melihat fungsionalnya untuk apa," kata dia belum lama ini dalam sambungan telepon kepada IDXChannel. 

Lantas, apakah konsep ini cocok untuk generasi milenial yang gemar menghambur-hamburkan uang? Menurut Andy, itu semua kembali lagi kepada prinsip para milenial itu sendiri. Ada banyak milenial yang menurutnya ingin memiliki dana pensiun di usia muda. 

"Cocok atau enggaknya balik lagi ke mereka. mengarah kemana tujuan finansialnya. Artinya butuh berfikir beda untuk bisa mencapai tujuan hidup. Sederhananya begini, teman suka nongkrong di kafe, tapi ada yang cita-citanya pengen sekolah lagi, nah berarti kan mugkin dia sendiri suka nongkrong, tapi dia harus berhenti melakukan hal itu. Dia harus fokus dengan tujuannya itu. Harus ada yang dikorbankan dan punya keberanian keluar dari zona nyaman," kata Andy. 

Dia juga mengingatkan bahwa tidak semua hal harus diikuti. Jika sudah memiliki perencanaan keuangan ke depan seperti apa, Andy meminta orang tersebut harus pintar membatasi dan mengontrol diri karena memiliki tujuan finansial yang berbeda dari orang lain. 

"Kita harus pintar memilah apa yang akan dilakukan mulai saat ini. Kalau terus lihat orang, mau dia menjalankan Frugal Living atau tidak ya boncos juga pada akhirnya," saran Andy.  

"Lagi Frugal Living tapi kepingin jajan kopi, ya silahkan saja. Tapi ingat, tujuannya kan minum kopi, jadi buat sendiri di rumah, atau pesan yang biasa-biasa saja juga gak apa-apa. Karena kita sudah punya tujuan finansial di masa depan, jadi saat ini harus berkorban dulu sedikit," tutupnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD