Untuk mencapai kecepatan pit stop yang memuaskan, pit crew harus berlatih menjalankan tugasnya secara rutin. Tim Mercedes sendiri bisa berlatih sebanyak 60 kali pada ajang Grand Prix.
Dalam masa-masa pelatihan ini, semua pit crew bertukar tugas agar mereka dapat berlatih menjalankan penugasan yang berbeda-beda untuk pemberhentian pit stop. Dua puluh dua pit crew ini akan saling bersinergi bekerja secara kompak.
Berdasarkan catatan Sportskeeda, berikut ini adalah posisi-posisi yang diisi dalam satu pit crew:
- Crew Chief
- Refuelling person (pengisi bensin)
- Tyre changers (pengganti ban)
- Tyre carriers (pengangkut ban)
- Jack men (pit crew yang mengangkat tuas jack)
- Wing men (pit crew di samping)
- Stabilizer (pit crew yang menyeimbangkan mobil saat diangkat)
- Lollipop man
- Starter man
- Fire extinguisher man (pemadan api)
Gaji seorang crew chief jelas bisa lebih tinggi dibanding anggota pit crew lainnya, ditaksir bisa mencapai USD1 juta dalam setahun, nilai ini setara dengan Rp15,43 miliar dalam setahun. Crew Chief bisa menerima bonus USD5.000 jika timnya menang.
Crew pit yang bertugas mengisi bahan bakar mobil bisa menerima gaji tahunan sebesar USD350.000, sama dengan gaji tukang ganti ban balap. Sementara crew pit lain dengan tugas-tugas lain, menerima gaji dalam rentang USD30.000 sampai dengan USD270.000 dalam setahun.
Itulah estimasi gaji tukang ganti ban balap yang bekerja sebagai crew pit untuk tiap-tiap tim balap internasional. (NKK)