AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Inflasi Mengancam, Kapan Waktu Tepat Buat Ajukan Kredit?

MILENOMIC
Anggie Ariesta
Kamis, 11 Agustus 2022 17:08 WIB
PEFINDO Biro Kredit atau IdScore membagikan tips kapan waktunya masyarakat mengambil kredit.
Inflasi Mengancam, Kapan Waktu Tepat Buat Ajukan Kredit? (Foto: MNC Media)
Inflasi Mengancam, Kapan Waktu Tepat Buat Ajukan Kredit? (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PEFINDO Biro Kredit atau IdScore membagikan tips kapan waktunya masyarakat mengambil kredit. Meski inflasi sedang tinggi, namun penyaluran kredit di Indonesia malah tumbuh positif.

Direktur Utama IdScore, Yohanes Arts Abimanyu menjelaskan bahwa melihat situasi inflasi dan prediksi kenaikan suku bunga, BI mulai melakukan normalisasi yang mengarah ke pengetatan kebijakan moneter.

"Kondisi ini akan mempengaruhi penyaluran kredit di semester II tahun 2022,” ujar Abimanyu dalam diskusi virtual Kini Paham Kredit #3: “Inflasi dan Bayang-bayang Kenaikan Suku Bunga. Kapan Waktunya Kredit?”, dikutip Kamis (11/8/2022).

Menurut Abimanyu, standar penyaluran kredit yang lebih ketat diperkirakan terjadi pada jenis kredit modal kerja, kredit konsumsi selain Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan kredit Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).

Sementara itu, aspek kebijakan penyaluran kredit yang diperkirakan lebih ketat dibandingkan sebelumnya antara lain yaitu plafon kredit, jangka waktu kredit, premi kredit berisiko, dan agunan.

Sedangkan Perencana Keuangan, Aliyah Natasya menyarankan masyarakat untuk lebih bijak menghadapi situasi perekonomian seperti ini.

“Sebaiknya pahami dulu kondisi keuangan Anda sebelum mengajukan kredit. Supaya tidak terjebak dengan bunga kredit yang tinggi, pilih dengan cermat jenis kredit yang diambil sesuai kebutuhan,” jelas Aliyah.

Masyarakat Indonesia, kata Aliyah, kerap kali mengajukan kredit berdasarkan kebutuhan konsumtif bukan kebutuhan dasar. Alhasil, banyak yang akhirnya terjebak dalam kondisi tidak mampu bayar atau menunggak.

Abimanyu menambahkan menunggak pembayaran kredit akan mempengaruhi credit score debitur yang akan mempersulit pengajuan kredit ke depan.

Credit score adalah suatu angka yang mencerminkan reputasi keuangan individu atau lembaga dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

“Umumnya angka ini berkisar antara 250 hingga 900. Semakin tinggi score, semakin rendah risiko kreditnya. Demikian pula sebaliknya,” jelasnya.

Dengan demikian, pihak perbankan menggunakan credit score sebagai acuan untuk mengukur tingkat kelayakan kredit seorang calon debitur sebelum pengambilan keputusan kredit. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD