AALI
9925
ABBA
400
ABDA
6500
ABMM
1555
ACES
1275
ACST
236
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
330
AGII
1485
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4290
AKSI
400
ALDO
960
ALKA
240
ALMI
246
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.74
-0.54%
-2.76
IHSG
6603.80
0.02%
+1.23
LQ45
945.59
-0.48%
-4.58
HSI
23996.87
0.06%
+13.21
N225
28860.62
1.42%
+405.02
NYSE
0.00
-100%
-16591.97
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,343
Emas
824,868 / gram

Investasi Moncer di Tengah Pandemi Covid-19, Perhatikan Hal Ini

MILENOMIC
Winda Destiana
Senin, 20 September 2021 07:28 WIB
Agar investasi moncer dalam kondisi pandemi seperti sekarang, perhatikan prospektus ataupun track record yang ditawarkan.
Investasi di tengah pandemi (Ilustrasi)
Investasi di tengah pandemi (Ilustrasi)

IDXChannel - Pandemi Covid-19 yang telah terjadi selama setahun lebih ini membuat finansial masyarakat terguncang. Namun, minat masyarakat terhadap investasi di tengah pandemi tetap ada. 

Meski demikian, investor tetaplah ekstra hati-hati dalam memilih instrumen investasinya. Perubahan ekonomi global dan tingkat suku bunga masih menjadi perhatian sebelum berinvestasi, terlebih saat pandemi dimana kondisi keuangan menjadi tidak stabil. 

Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan, agar investasi moncer dalam kondisi pandemi seperti sekarang, perhatikan prospektus ataupun track record yang ditawarkan seandainya investasinya berupa paper asset. 

"Dari record 1 - 6 bulan kebelakang kita bisa melihat pertumbuhan nilai investasi yang ditawarkan, dan bila merasa cocok maka kita bisa masuk ke investasi tersebut," kata dia ketika dihubungi IDXChannel belum lama ini. 

Dijelaskan lebih lanjut, hal penting lainnya yang harus diperhatikan saat berinvestasi di tengah perekonomian tidak stabil seperti saat ini adalah perhatikan juga profil kemampuan dalam menerima risiko dan jangan cenderung ikut-ikutan orang lain dalam berinvestasi. 

"Karena walaupun mungkin pasar saham sedang membaik misalnya, namun kalau kita merasa tidak sanggup menerima risikonya, maka sebaiknya pilih yang memberikan hasil investasi lebih rendah namun dengan risiko yang lebih rendah juga," tambahnya.

Bila ingin berbisnis, menurut Andy, pilihlah produk-produk yang memang sedang dicari oleh orang-orang agar penjualan juga baik. 

"Selain itu usahakan untuk dapat memasarkannya juga secara online mengingat saat ini pergerakan keluar rumah juga dibatasi," tutupnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD