AALI
9925
ABBA
294
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1280
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3420
ADHI
830
ADMF
7650
ADMG
184
ADRO
2300
AGAR
364
AGII
1400
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
161
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1125
AKRA
800
AKSI
705
ALDO
1315
ALKA
310
ALMI
0
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.57
-1%
-5.15
IHSG
6677.53
-0.73%
-48.84
LQ45
950.51
-0.96%
-9.26
HSI
24697.39
-1.07%
-268.16
N225
27324.43
-0.72%
-197.83
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
845,552 / gram

Masih Muda Takut Berinvestasi? Ini Tipsnya dari Konsultan Keuangan

MILENOMIC
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 20 Agustus 2021 20:02 WIB
Berinvestasi sejak dini terutama bagi kaum perempuan merupakan hal yang penting dilakukan.
Investasi penting dilakukan sejak dini (Ilustrasi)
Investasi penting dilakukan sejak dini (Ilustrasi)

IDXChannel - Konsultan Keuangan Prita Hapsari Ghozie mengungkapkan berinvestasi sejak dini terutama bagi kaum perempuan merupakan hal yang penting dilakukan. Sebab, tanpa dipungkiri biaya hidup di masa tua juga perlu diperhitungkan.  

Namun, yang menjadi persoalan pada zaman sekarang, banyak perempuan muda yang berpenghasilan takut memulai berinvestasi karena berbagai alasan. Salah satunya, takut uang yang diinvestasikan akan hilang atau bahkan mengalami kerugian.

Dilansir dari laman media sosial Prita Hapsari Ghozie @pritaghozie, terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan bagi perempuan untuk memulai berinvestasi.

Pertama, modal ilmu. Menurut Prita, hal itu penting untuk bisa paham apa saja opsi investasi yang tersedia beserta risiko dan potensi imbal hasilnya. Misalnya, belajar tentang analisa fundamental, teknik, dan valuasi.

“Rajin baca buku tentang investasi juga bisa, atau jika bingung bisa meminta bantuan analisa dari sekuritas juga sangat membantu,” tulisnya pada akun media sosialnya, dikutip Jumat (20/8/2021).

Kedua, modal waktu. Artinya, semakin lama kita menunda investasi akan merugikan diri sendiri. “Misalnya, ada perempuan yang sudah mulai investasi sejak usia 20 tahun, rajin berinvestasi Rp 1 juta per bulan. Maka, yang didapat pada usia 55 tahun berkisar Rp 3,83 miliar,” terang dia dalam postingannya.

Ketiga, modal berani. Modal berani ini sangat perlu sebab, kata Prita, kendali 100% ada ditangan sendiri.

“Aku memulai perjalanan investasi di pasar modal sejak usia 16 tahun, tepatnya saat berkenalan dengan reksa dana. Kenapa aku bisa berani? Simpelnya karena aku mulai dengan dana terbatas dan tidak mau memikirkan fluktuasi harga dalam jangka pendek. Lalu, di usia 27 tahun mulai berani beli saham. Nggak terasa saat ini portofolio sahamku sudah ikut ‘inflasi’ alias gemuk,” ungkap Prita dalam catatannya.

Untuk dapat berani menjadi investor di pasar modal Indonesia, Prita menerangkan, perempuan bisa mulai dengan tiga langkah, diantaranya:

1. Mulai dari basic seperti reksadana pasar uang. Baru kemudian reksadana saham. Tidak lagi pusing memilih emiten, lantaran sudah ada manajer investasi.

2. Jika sudah berjalan 3-6 bulan dan mulai paham, maka bisa merasakan feeling jual-beli dengan investasi di ETF. Produk ini adalah reksadana tapi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

3. Membeli saham yang mudah dijual-beli (likuid). Tergolong blue chips dan mengenal perusahaannya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD