“Supaya nanti umat yang datang ke sini melihat rupang yang ada di sini itu bisa melihat dengan jelas rupang atau patung dewa-dewi yang ada di sini itu menjadi lebih cerah, lebih bagus gitu,” beber dia.
Sementara, untuk tradisi menyalakan lilin di malam Sacapne atau malam perayaan Imlek, memiliki makna filosofis selipan doa dan harapan bagi setiap keluarga yang merayakan agar langkah mereka selalu diterangi kebaikan.
“Lilin sendiri ini memiliki makna. Maknanya adalah supaya keluarganya ini diberikan penerangan, penerangan dalam kehidupan, kelancaran rezeki, dan perlindungan seperti itu,” pungkas Hendro.
(Nadya Kurnia)