AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Simak 5 Tips Hadapi Compulsive Spending bagi Anda yang Doyan Belanja

MILENOMIC
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Kamis, 28 April 2022 14:37 WIB
Ada beberapa tips hadapi Compulsive Spending yang perlu Anda ketahui
Simak 5 Tips Hadapi Compulsive Spending bagi Anda yang Doyan Belanja (Foto: MNC Media)
Simak 5 Tips Hadapi Compulsive Spending bagi Anda yang Doyan Belanja (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Ada beberapa tips hadapi Compulsive Spending yang perlu Anda ketahui. Compulsive Spending merupakan sebuah perilaku yang dimiliki seseorang yang berkaitan dengan dorongan kuat untuk membeli sebuah barang.

April Lane Benson, seorang Psikolog sekaligus pakar dari Compulsive Buying Disorder (CBD), mendefinisikan para compulsive spender sebagai seseorang yang menaruh banyak waktu dan energinya untuk membeli sesuatu dan memikirkan untuk membeli sesuatu yang mempengaruhi hidup mereka (dalam hal negatif) dalam beberapa cara yang signifikan. 

Nah, berikut adalah beberapa tips hadapi Compulsive Spending yang perlu Anda ketahui.

Tips Hadapi Compulsive Spending

  1. Cari Akar Masalahnya

Benson mengatakan bahwa “Anda harus memikirkan apa sebenarnya yang Anda belanjakan. Itu semua bukan delapan pasang sepatu hitam maupun kamera baru”.

Seorang Psikolog Riset Konsumen, Kit Yarrow, menjelaskan bahwa Compulsive Spending merupakan sebuah respon terhadap masalah emosional, seperti berduka, cemas, marah, depresi, atau masalah emosional lainnya.

Emosi tersebut memicu adanya pengeluaran yang disertai ketakutan, rasa bersalah, malu, ragu, atau perasaan tidak mampu terhadap segalanya. Yarrow mengatakan bahwa Anda harus mengidentifikasi pemicunya agar bisa mengontrol sifat tersebut.

  1. Bayarlah dengan Uang Tunai

Dalam penelitiannya, Yarrow menemukan bahwa orang cenderung mengeluarkan uang lebih banyak jika menggunakan kartu kredit maupun debit. Pengeluaran tersebut akan lebih “terasa” ketika Anda mengeluarkan uang tunai dari dompet. 

Oleh karena itu, Ia merekomendasikan untuk mengatur keuangan Anda untuk tagihan terlebih dahulu, dan menyisakan sisa uang tersebut dalam bentuk uang tunai.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD