Untuk mendukung intervensi tersebut, BGN akan memanfaatkan data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diintegrasikan dengan data kesehatan. Dengan sistem itu, pemerintah dapat mengetahui penerima MBG mulai dari balita, anak sekolah, hingga ibu hamil, termasuk kondisi kesehatannya.
Selain itu, efektivitas program MBG akan dievaluasi melalui program Cek Kesehatan Gratis. Menurut Sudaryono, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala diperlukan untuk mengukur dampak program terhadap kondisi gizi dan kesehatan penerima manfaat.
"Outcome-nya bagaimana? Anak-anak yang tadinya stunting tidak stunting. Yang tadinya sakit jadi sehat. Yang tadinya kurus underweight bisa jadi normal dan seterusnya," katanya.
"Cara mengeceknya adalah melalui cek kesehatan gratis. Jadi ada cek kesehatan gratis maka untuk anak-anak balita, ibu hamil ini sama anak-anak sekolah bukan hanya sekali, kami mengusulkan ada pengecekan kesehatan gratis ini dilakukan lebih dari sekali sehingga sehingga kita bisa melihat outcome," lanjutnya.
(Nur Ichsan Yuniarto)