“Kami ingin Hari Bhayangkara tidak hanya dirasakan oleh anggota Polri, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan dengan masyarakat. Karena itu Riau Bhayangkara Run kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi, ruang silaturahmi, sekaligus ruang untuk mempromosikan Riau kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Daniel.
Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai latar belakang masyarakat dalam semangat yang positif. Melalui Riau Bhayangkara Run, Polda Riau ingin menghadirkan peringatan Hari Bhayangkara yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan dampak nyata bagi daerah melalui promosi pariwisata, penguatan ekonomi lokal, dan kampanye gaya hidup sehat.
“Kami berharap para peserta yang datang ke Pekanbaru tidak hanya mendapatkan pengalaman berlari yang berkesan, tetapi juga membawa cerita baik tentang Riau ketika kembali ke daerah masing-masing,” katanya.
Ia menilai, hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Polda Riau. Hal itu menandakan Riau Bhayangkara Run tidak lagi hanya menjadi event daerah, tetapi sudah menjadi event yang diperhitungkan di tingkat nasional.
“Banyak peserta dari luar Riau yang datang untuk merasakan atmosfer perlombaan sekaligus menikmati keramahan dan potensi daerah kita,” ujarnya.
Berdasarkan data panitia, kategori 5K Umum dan Pelajar menjadi kategori dengan jumlah peserta terbesar. Disusul kategori 10K Umum dan Master serta kategori 21K Nasional.
Selain itu, kategori 21K Internasional juga akan diikuti pelari mancanegara yang akan bersaing bersama para pelari nasional pada event yang digelar 19 Juli 2026 mendatang.