sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

4.258 Gempa Susulan Guncang NTT, Berpotensi Terus Terjadi hingga 4 Minggu Lagi

News editor Danandaya Arya Putra
22/08/2026 01:01 WIB
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memprediksi rangkaian gempa susulan ini akan terus berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan.
4.258 Gempa Susulan Guncang NTT, Berpotensi Terus Terjadi hingga 4 Minggu Lagi. (Foto Istimewa)
4.258 Gempa Susulan Guncang NTT, Berpotensi Terus Terjadi hingga 4 Minggu Lagi. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa sebanyak 4.258 gempa susulan terjadi pascagempa bumi M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti diketahui, gempa M 7,7 di NTT terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi.

"Hari ini tepatnya sudah tujuh hari setelah gempa tersebut dan diikuti gempa-gempa susulan. Gempa susulan saat ini yang bisa BMKG laporkan, sampaikan kepada kami adalah 4.258 kali," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi persnya, Jumat (21/8/2026).

Dia menyebut, gempa susulan yang terjadi memiliki magnitudo bervariasi. Mulai dari yang terkecil M 1,1 hingga yang terbesar mencapai M 6,2.

"Dan yang terbesar itu ada M 6,2, kami ulangi M 6,2, dan yang terkecil itu M 1,1," katanya.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 118 kali yang getarannya dirasakan oleh masyarakat.

"Sedangkan yang bisa dirasakan oleh warga, gempa susulan tersebut sebanyak 118 kali," ujarnya.

Terpisah, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memprediksi rangkaian gempa susulan ini akan terus berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan. Sebab, fase awal rangkaian gempa susulan masih memperlihatkan pola temporal yang kompleks dan belum sederhana.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam,” kata Wijayanto.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement