sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

544 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M7,6 di Sulut, Ini Penjelasan BMKG

News editor Binti Mufarida
04/04/2026 09:35 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 544 kali gempa susulan terjadi pascagempa M7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
544 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M7,6 di Sulut, Ini Penjelasan BMKG   (FOTO:iNews Media Group)
544 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M7,6 di Sulut, Ini Penjelasan BMKG (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 544 kali gempa susulan terjadi pascagempa M7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Meski begitu, tren gempa mulai menurun.

“Hingga 3 April 2026 pukul 18.00 WIB, jumlah gempa susulan 544 kali. Kekuatan terbesar M5,8 dan terkecil M1,7. Sementara, gempa dirasakan sebanyak 20 kali. Saat ini, tren gempa mulai menurun,” kata Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).

Sebelumnya, Rahmat mengungkapkan bahwa gempa kekuatan M7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4) lalu, termasuk jenis gempa megathrust. Apalagi, gempa ini telah memicu tsunami di beberapa wilayah di Sulut.

Diketahui, episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.

“Ini kalau lihat kedalamannya cukup dangkal ya, sekitar 33 kilometer. Kalau kategori megathrust itu kan dari sampai kedalaman sekitar 30-an Km. Jadi ini memang dangkal dan (pusat) di laut, dan ini termasuk megathrust ya. Ini dari subduksi Laut Maluku terhadap di wilayah Sulawesi Utara. Jadi subduksi Laut Maluku yang menghujam ke wilayah Sulawesi Utara dan episenter ada di Punggungan Mayu. Dan kemudian cukup dangkal, dan ini kategori sesar naik,” tutur Rahmat.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement