“Kami tidak pernah bermaksud untuk menyinggung, dan kami meminta maaf kepada siapa pun yang terpengaruh. Kami mengakui kekhawatiran yang telah disampaikan dan menanggapi umpan balik tersebut dengan serius," katanya.
Aktivis pro-Palestina mengkritik keputusan untuk memasukkan mantan tentara Israel dalam kampanye yang berpusat pada penyandang amputasi, membandingkan promosi tersebut dengan ribuan warga Palestina yang kehilangan anggota tubuh akibat ulah Israel.
Adidas mengatakan program Single Shoe-nya dimaksudkan untuk memungkinkan orang dengan perbedaan anggota tubuh untuk hanya membeli sebelah sepatu yang mereka butuhkan. (Wahyu Dwi Anggoro)