sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin Cemari Air dan Biota di Pohuwatu

News editor Rahmat Fiansyah
17/01/2026 16:20 WIB
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) alias gurandil di Kabupaten Pohuwatu dinilai telah menyebabkan penurunan kualitas lingkungan yang serius.
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) alias gurandil di Kabupaten Pohuwatu dinilai  menyebabkan penurunan kualitas lingkungan yang serius. (Foto: Ist)
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) alias gurandil di Kabupaten Pohuwatu dinilai menyebabkan penurunan kualitas lingkungan yang serius. (Foto: Ist)

Rangkaian hasil penelitian dari tahun 2015 hingga 2024 tersebut menegaskan bahwa dampak negatif PETI berbasis merkuri bersifat kronis, terakumulasi, dan semakin meluas. Pencemaran tidak hanya terjadi pada media air dan tanah, tetapi telah masuk ke dalam rantai makanan dan ekosistem, yang berisiko menimbulkan kerusakan jangka panjang terhadap keanekaragaman hayati.

Dampak pencemaran ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi PETI. Petani mengalami penurunan produktivitas dan kualitas hasil panen akibat sawah yang tercemar sedimen limbah tambang ilegal, disertai kekhawatiran terhadap keamanan gabah dan beras yang dihasilkan.

Temuan Dinas Lingkungan Hidup Pohuwato yang mendeteksi jejak merkuri pada sedimen persawahan warga memperkuat indikasi tersebut. Selain itu, keluhan gangguan kesehatan, seperti iritasi dan gatal-gatal pada kulit, dilaporkan terjadi pada masyarakat yang beraktivitas di lahan dan sungai tercemar.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat untuk mengonsumsi hasil pertanian dan ikan dari aliran sungai yang tercemar merkuri, karena dinilai berisiko tinggi terhadap kesehatan.

Dalam jangka panjang, paparan merkuri berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius, termasuk gangguan sistem saraf, gangguan fungsi organ, gangguan reproduksi, hingga penyakit minamata. Penurunan kualitas lingkungan juga berdampak pada hilangnya mata pencaharian, menurunnya ketahanan pangan lokal, serta meningkatnya tekanan sosialekonomi di wilayah terdampak.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement