Perseroan menargetkan setiap potensi kerusakan jalan ditangani maksimal dua hari sejak teridentifikasi, dengan dukungan kesiapsiagaan petugas operasional selama 24 jam di seluruh ruas tol.
Pada Juni 2026, kegiatan preservasi dilakukan di sejumlah ruas, antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, dan Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Rivan mengatakan identifikasi kondisi jalan juga didukung teknologi modern melalui kendaraan inspeksi khusus Smart Car Vehicle Hawkeye 2000 yang mampu memindai keretakan lajur secara presisi.
“Akurasi dan kecepatan identifikasi di lapangan juga ditopang oleh implementasi teknologi modern,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)