Kondisi ini diduga terjadi karena sebagian pemudik tidak langsung kembali ke kota asal, melainkan menyempatkan diri untuk singgah di wilayah Cirebon dan sekitarnya, baik untuk bersilaturahmi maupun mencari hiburan sebelum melanjutkan perjalanan.
Fenomena ini juga diduga menjadi salah satu alasan mengapa sebagian kendaraan pribadi memilih jalur arteri Pantura, meskipun rekayasa lalu lintas one-way telah diberlakukan di ruas tol arah Jakarta. Secara umum, arus lalu lintas di jalur Pantura terpantau ramai, tetapi masih relatif lancar.
Petugas dari Dinas Perhubungan dan kepolisian terus bersiaga di sejumlah titik untuk memastikan kelancaran arus kendaraan. Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan, terutama pada jam-jam puncak arus balik.
Jalur Nagreg Hadapi Puncak Gelombang Pertama Arus Balik
Sama halnya dengan jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, yang juga menghadapi puncak gelombang pertama arus mudik pada hari ini. Hingga pukul 10.00 WIB, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mencatat 50.065 kendaraan telah mengarah ke Bandung.
Lonjakan ini melanjutkan tingginya volume kendaraan pada H+1 atau Senin (23/3) yang mencapai 148.266 kendaraan. Secara kumulatif, lebih dari 198.000 kendaraan telah melintas dalam dua hari arus balik.