Untuk mengurai kepadatan, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way secara situasional. Sepanjang hari, kebijakan ini telah diterapkan sebanyak tiga kali.
“One way diberlakukan kondisional, dari Cikaledong sampai Limbangan. Durasi sekitar 10 sampai 15 menit, tergantung kondisi di lapangan,” katanya.
Rizal menilai, penerapan one way cukup efektif dalam mengurai antrean kendaraan, terutama dari arah Bandung menuju Garut.
“Alhamdulillah cukup efektif, bisa membantu mengurai kepadatan arus kendaraan,” katanya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengalihan arus lalu lintas ke jalur alternatif. Seluruh kendaraan masih diarahkan melalui jalur utama Nagreg.