Kesepakatan tersebut harus diajukan ke Kongres AS, di mana perjanjian itu dapat menghadapi hambatan dari para anggota parlemen yang khawatir bahwa mendukung kemampuan pengayaan uranium Arab Saudi akan semakin memanaskan persaingan nuklir di kawasan.
Rencana kerja sama ini muncul di tengah perang melawan Iran yang dilancarkan oleh AS dan Israel, salah satu tujuannya ialah untuk melenyapkan kemampuan Teheran untuk mengembangkan senjata nuklir.
Para ahli memperingatkan bahwa mesin pengayaan uranium di Arab Saudi dapat membuka pintu bagi kerajaan tersebut untuk mengembangkan senjata nuklir.
Pemimpin de fakto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, sempat mengisyaratkan negaranya dapat mengembangkan senjata nuklir jika Iran memiliki bom atom. (Wahyu Dwi Anggoro)