Pada 24 Agustus, Bessent mengumumkan bahwa Washington berencana untuk secara signifikan memperluas sanksi terhadap Iran, dengan tujuan untuk sepenuhnya memblokir sumber pendapatan Teheran, di tengah perang antara kedua negara yang telah memasuki bulan keenam.
Bessent mengatakan bahwa AS akan siap untuk memberlakukan sanksi sekunder terhadap negara mana pun yang menolak untuk patuh. Ia mengancam negara-negara tersebut dengan pencabutan akses ke dolar.
Namun, ketika ditanya mengapa Washington tidak segera mengambil tindakan terhadap mitra dagang Iran, Bessent mengatakan bahwa ia ingin memberikan waktu kepada mereka. (Wahyu Dwi Anggoro)