IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik terhadap kabinet pemerintahannya yang pernah disebut gemuk dan tidak efisien.
Prabowo menilai struktur pemerintahan yang besar merupakan konsekuensi dari sistem demokrasi dan kebutuhan mengelola Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa.
Dia menerangkan, Indonesia merupakan negara besar yang memilih sistem demokrasi. Karena itu, pemerintahan membutuhkan koalisi agar dapat menjalankan pemerintahan secara stabil.
“Jadi, dan ini saya buka ya, yang kita pimpin, sistem yang kita pimpin karena kita sudah milih demokrasi. Demokrasi adalah pilihan kita. Dan negara kita besar. Kita sebesar Eropa. Di Eropa itu lebih dari 27 negara. Lebih. 27 negara itu yang masuk NATO atau Uni Eropa, nanti ada lagi yang tidak masuk. Mungkin totalnya 35 juga. Kita satu negara. Kita besar sekali,” ujarnya dalam acara penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).