Seorang pejabat lainnya mengatakan bahwa tim teknis dari AS dan Iran diperkirakan bertemu secara terpisah dengan mediator asal Qatar dan Pakistan.
Ketidakpastian rencana pertemuan AS-Iran di Qatar menggarisbawahi kerapuhan kesepakatan yang ditandatangani pada pertengahan bulan ini. Dalam nota kesepahaman (MoU), kedua belah pihak setuju untuk menghentikan pertempuran selama 60 hari.
Namun, bentrokan kembali terjadi akhir-akhir ini karena perbedaan interpretasi isi MoU terkait pembukaan Selat Hormuz.
Setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz, jalur sempit yang pada masa damai mengangkut sekitar seperlima perdagangan minyak global, mengalami kelumpuhan. (Wahyu Dwi Anggoro)