“Kerja sama ini mencerminkan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita, memperkuat daya tangkal kawasan, serta menegaskan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian melalui kekuatan,” ujar Hegseth.
Sementara itu, Sjafrie menyambut positif penguatan hubungan pertahanan kedua negara. Dia menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
“Kami hadir dengan semangat besar untuk terus mengembangkan hubungan pertahanan ini agar dapat bertahan hingga generasi mendatang di Indonesia dan Amerika Serikat,” katanya.
Menurut dia, kerja sama tersebut dibangun atas dasar saling menghormati dan memberikan manfaat bagi kepentingan nasional masing-masing negara.
Kesepakatan ini memiliki tiga pilar utama, yakni penguatan organisasi dan kapasitas militer, pelatihan serta pendidikan militer profesional, dan kerja sama latihan serta operasi. Dalam implementasinya, kedua negara akan mengeksplorasi pengembangan teknologi pertahanan generasi terbaru, termasuk kemampuan asimetris, sistem maritim dan bawah laut, serta teknologi otonom.