sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AS-Iran Lanjut Saling Serang di Selat Hormuz, Kapal Panama Dihantam Drone

News editor Wahyu Dwi Anggoro
28/06/2026 06:36 WIB
Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran memasuki hari kedua. Eskalasi ini semakin meredupkan prospek gencatan senjata.
AS-Iran Lanjut Saling Serang di Selat Hormuz, Kapal Panama Dihantam Drone. (Foto: Tasnim News)
AS-Iran Lanjut Saling Serang di Selat Hormuz, Kapal Panama Dihantam Drone. (Foto: Tasnim News)

IDXChannel - Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran memasuki hari kedua. Eskalasi ini semakin meredupkan prospek gencatan senjata.

Dilansir dari AP pada Minggu (28/6/2026), Komando Pusat Militer AS (Centcom) mengumumkan serangan terhadap sejumlah wilayah Iran di dekat Selat Hormuz pada Sabtu.

 "Iran memiliki kesempatan untuk menghormati perjanjian gencatan senjata tetapi memilih untuk tidak melakukannya," kata Centcom di media sosial.

Menurut Centcom, aksi terbarunya ini merupakan balasan atas serangan Iran terhadap sebuah kapal di dekat Selat Hormuz beberapa jam sebelumnya.

"Pasukan mereka meluncurkan serangan drone satu arah yang menghantam M/T Kiku. Kapal tanker berbendera Panama itu sedang melintas di dekat Selat Hormuz dengan membawa lebih dari dua juta barel minyak mentah," kata Centcom.

Televisi pemerintah Iran melaporkan ledakan di utara Selat Hormuz.

Eskalasi dimulai ketika Iran menyerang kapal kargo M/V Ever Lovely berbendera Singapura pada Kamis karena dianggap berupaya melintasi Selat Hormuz tanpa berkoordinasi dengan Teheran. Sejak saat itu, Iran dan AS saling bertukar serangan.

Eskalasi ini terjadi sekitar dua pekan setelah Washington dan Teheran mengumumkan nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara kedua negara, yang mencakup gencatan senjata selama 60 hari dan pembukaan Selat Hormuz.

Iran bersikukuh kapal-kapal tetap harus berkoordinasi dengan Teheran setelah Selat Hormuz dibuka. Di sisi lain, AS mendorong kapal-kapal untuk melintasi selat itu melalui perairan Oman.

Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin negosiasi dengan Iran, mengatakan di media sosial pada Jumat bahwa Iran seharusnya melakukan komunikasi jika ada perbedaan pendapat tentang perjanjian gencatan senjata.

"Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan," ujarnya. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement