Televisi pemerintah Iran melaporkan ledakan di utara Selat Hormuz.
Eskalasi dimulai ketika Iran menyerang kapal kargo M/V Ever Lovely berbendera Singapura pada Kamis karena dianggap berupaya melintasi Selat Hormuz tanpa berkoordinasi dengan Teheran. Sejak saat itu, Iran dan AS saling bertukar serangan.
Eskalasi ini terjadi sekitar dua pekan setelah Washington dan Teheran mengumumkan nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara kedua negara, yang mencakup gencatan senjata selama 60 hari dan pembukaan Selat Hormuz.
Iran bersikukuh kapal-kapal tetap harus berkoordinasi dengan Teheran setelah Selat Hormuz dibuka. Di sisi lain, AS mendorong kapal-kapal untuk melintasi selat itu melalui perairan Oman.
Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin negosiasi dengan Iran, mengatakan di media sosial pada Jumat bahwa Iran seharusnya melakukan komunikasi jika ada perbedaan pendapat tentang perjanjian gencatan senjata.
"Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan," ujarnya. (Wahyu Dwi Anggoro)