Iran menegaskan, Selat Hormuz saat ini sepenuhnya dikontrol oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Dengan kata lain, pergerakan seluruh kapal di selat tersebut harus seizin IRGC dan diserang jika melewati tanpa izin.
Direktur Jenderal Asian Strategic Stability Institute, Maria Sultan menilai, jika kapal-kapal AS dapat bergerak bebas di Selat Hormuz, maka hal itu terjadi dengan izin Teheran.
"Jadi dapat dipahami, jika Iran tidak memberikan jalur aman, mustahil bagi armada militer AS untuk bergerak bebas di Selat Hormuz," kata Maria.
Belakangan, televisi negara Iran, IRIB merilis potongan video yang menunjukkan armada laut IRGC mengingatkan kapal perang AS untuk menjauhi Selat Hormuz. Jika tidak, kapal itu akan ditembak. Dalam video tersebut, kapal perang AS memilih mundur dan memutar balik.
(Rahmat Fiansyah)