AS yang telah memberlakukan kembali blokade laut terhadap Iran menargetkan situs-situs militer di sepanjang pantai selatan negara itu dan di dekat Selat Hormuz, meskipun ada perjanjian gencatan senjata.
Sementara itu, Iran melakukan serangan terhadap fasilitas militer AS di seluruh wilayah tersebut sehingga meningkatkan kekhawatiran akan kembalinya perang.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk, Jasem al-Budaiwi, pada hari Rabu mengutuk serangan pengkhianatan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, dan Yordania, termasuk serangan terhadap infrastruktur dan fasilitas yang melukai personel militer Kuwait. Dia mengatakan bahwa serangan tersebut berisiko menyeret kawasan itu ke dalam kekacauan dan ketidakstabilan lebih lanjut.
Dalam sebuah pernyataan, al-Budaiwi menggambarkan serangan tersebut sebagai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menuduh Iran mengabaikan norma-norma internasional. Qatar dan Uni Emirat Arab juga telah mencegat rudal dan drone yang datang dalam beberapa hari terakhir.
(kunthi fahmar sandy)