IDXChannel - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menanggapi proposal yang diusulkan Iran untuk mengakhiri perang.
Dilansir dari Xinhua pada Senin (4/5/2026), ia tidak menjelaskan isi tanggapan dari AS.
"Tanggapan AS sedang ditinjau," kata Bagahei dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB TV.
Pekan lalu, Iran mengajukan proposal baru yang mencakup 14 poin. Teheran mengusulkan proses negosiasi yang terdiri dari beberapa fase.
Fase pertama akan fokus pada penghentian kekerasan dan pembukaan Selat Hormuz. Teheran baru bersedia untuk membahas isu nuklir di tahap kedua.
"Saat ini, kami fokus pada parameter yang terkait dengan pengakhiran perang di kawasan ini, termasuk Lebanon," kata Baghaei.
"kami tidak melakukan negosiasi nuklir pada tahap ini," ujarnya.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan kota-kota lain, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, para komandan senior, dan warga sipil. Iran menanggapi dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, diikuti oleh pembicaraan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad yang gagal menghasilkan kesepakatan. (Wahyu Dwi Anggoro)