IDXChannel - Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wight mengatakan bahwa kemungkinannya kecil harga minyak akan nencapai USD200 per barel.
Dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (13/3/2026), harga minyak bergejolak setelah perang pecah antara AS-Israel dan Iran akhir bulan lalu.
Harga minyak kini berada di sekitar USD100 per barel. Iran bersumpah untuk terus melancarkan serangan hingga harganya melonjak menjadi USD200 per barel.
"Saya akan mengatakan kemungkinannya kecil," kata Wright dalam sebuah wawancara.
"Kami saat ini fokus pada operasi militer" katanya.
Gejolak harga minyak terutama disebabkan lumpuhnya Selat Hormuz, jalur maritim penting bagi sektor energi global.
Ancaman serangan dari Iran membuat kapal tidak berani melintasi selat itu. Setidaknya 16 kapal telah diserang di Teluk sejak perang pecah akhir bulan lalu. (Wahyu Dwi Anggoro)