IDXChannel - Delapan asosiasi pelayaran internasional utama mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menentang biaya layanan untuk kapal yang melewati Selat Hormuz.
Dalam surat terbuka bersama yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez, mereka memperingatkan bahwa biaya tersebut akan merusak kebebasan navigasi dan merugikan ekonomi global.
“Pengenalan biaya untuk transit melalui Selat Hormuz merupakan penyimpangan signifikan dari praktik internasional yang telah mapan,” kata surat itu, dilansir dari Anadolu Agency pada Jumat (7/8/2026).
Mereka memperingatkan bahwa mengizinkan biaya tersebut dapat menciptakan preseden untuk tindakan serupa di jalur perairan internasional lainnya, serta melemahkan kerangka hukum yang diakui secara internasional yang mengatur transit.
"Biaya tambahan akan mempengaruhi rantai pasokan internasional, berkontribusi pada harga pengiriman dan energi yang lebih tinggi, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi," ujar mereka.
Para penandatangan surat tersebut adalah Asosiasi Pemilik Kapal Asia, Dewan Maritim Baltik dan Internasional (BIMCO), Asosiasi Jalur Pelayaran Internasional, Pemilik Kapal Eropa, Kamar Pelayaran Internasional, Asosiasi Internasional Pemilik Kapal Kargo Kering (Intercargo), Asosiasi Internasional Pemilik Kapal Tanker Independen (Intertanko), dan Dewan Pelayaran Dunia.
Kelompok-kelompok tersebut juga menekankan bahwa keselamatan pelaut dan kebebasan navigasi tidak boleh dikompromikan selama negosiasi mengenai penyelesaian konflik regional. (Wahyu Dwi Anggoro)