Prabowo menegaskan pentingnya komunikasi langsung dengan pemerintah daerah agar keputusan bisa diambil berdasarkan kondisi nyata di wilayah terdampak.
Prabowo juga mengingatkan para pemimpin di semua level agar siap menghadapi kritik, termasuk hujatan dan fitnah, tanpa kehilangan semangat untuk bekerja. “Para pimpinan, para menteri, para kepala badan, gubernur semua, salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah, tapi tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat,” kata dia.
Menurut Prabowo, kritik tetap dapat dijadikan bahan evaluasi, selama tidak mengalihkan fokus dari tujuan utama membantu masyarakat. “Semua itu kita terima sebagai ya sebagai koreksi juga, enggak apa-apa, walaupun itu fitnah, itu kalau kita tahu di hati kita bahwa itu tidak benar tapi itu jadi waspada bagi kita ya,” ujarnya.
Prabowo pun menegaskan bahwa pemerintah memilih untuk menganggap komentar nyinyir sebagai peringatan, bukan hambatan. Pasalnya, tugas dari pemerintah saat ini adalah meringankan penderitaan masyarakat terdampak.
“Tapi yang fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi meringankan penderitaan rakyat kita, itu perkiraan kita sebagai pejabat dan pemimpin jadi hal-hal yang apa itu nyinyir-nyinyir itu kita anggap sebagai katakanlah sebagai peringatan bagi kita. Tapi kita tidak boleh terpengaruh ya,” ujar Prabowo.