sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Rokok Ilegal, Cegah Kerugian Negara Rp7,9 Miliar

News editor Rohman Wibowo
12/06/2026 18:22 WIB
Potensi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp7,9 miliar, mencakup nilai cukai, pajak rokok PPN HT.
Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Rokok Ilegal, Cegah Kerugian Negara Rp7,9 Miliar. Foto: iNews Media Group.
Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Rokok Ilegal, Cegah Kerugian Negara Rp7,9 Miliar. Foto: iNews Media Group.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, pengemudi berinisial RHMT tidak dapat menjelaskan secara rinci muatan yang diangkut. Saat bak truk dibuka, petugas menemukan 535 karton rokok jenis sigaret putih mesin (SPM) merek Double Happiness tanpa pita cukai yang disembunyikan di balik muatan pakan ternak. Jumlah rokok ilegal yang diamankan dari truk tersebut mencapai 5.350.000 batang.

“Dari kedua penindakan tersebut, Bea Cukai berhasil mengamankan total 8.262.000 batang rokok ilegal. Seluruhnya diperkirakan memiliki nilai mencapai Rp12,68 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp7,9 miliar, mencakup nilai cukai, pajak rokok, dan Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau (PPN HT),” kata Djaka dalam jumpa pers di Kantor Wilayah Bea Cukai Banten, Jumat (12/6/2026).

Saat ini Kanwil Bea Cukai Banten dan Bea Cukai Merak telah melakukan penyidikan dengan tersangka JFR, dengan pertimbangan dan alat bukti yang cukup bahwa yang bersangkutan telah melakukan perbuatan melawan hukum, yaitu turut serta dalam kurang lebih 5 kali penjualan rokok ilegal dari daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk selanjutnya dibawa ke daerah Sumatra.

Teranyar, aparat masih menetapkan sopir pembawa truk rokok ilegal sebagai tersangka. Ke depan, aparat menelusuri siapa pemilik perusahaan atau penerima manfaat akhir dari bisnis ilegal ini. 

"Pastinya dengan kami secara cermat nantinya dalam melakukan penyidikan, kami akan sampai kepada siapa pemilik ataupun bohirnya karena kita tidak bisa terserta merta langsung mencapai kepada siapa pemilik aslinya jadi kita memerlukan proses pendalaman lebih lanjut," kata Djaka.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement