"Faktanya, BMKG menyampaikan bahwa curah hujan pada musim kemarau 2026 diprediksi berada di bawah normal, yaitu lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir," tulis BMKG.
BMKG juga mengungkapkan perbandingan, musim kemarau yang telah terjadi pada 1997, 2005, 2015 atau 2019 lebih kering bila dibandingkan dengan prediksi musim kemarau 2026. Namun, bukan berarti kemarau tahun ini menjadi yang paling parah.
"Artinya, kondisi ini tidak serta-merta berarti kemarau paling parah dalam 30 tahun, melainkan menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya," ujar BMKG.
Sementara itu, Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab menjelaskan, kemarau 2026 akan lebih kering dibandingkan dengan rata-rata atau normalnya selama 30 tahun dipengaruhi aktivitas El Nino.