"Musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan lebih kering bila dibandingkan dengan normalnya atau rata-ratanya selama 30 tahun, jadi bukan yang terparah sepanjang 30 tahun," kata Fachri.
Lebih lanjut, Fachri pun memberikan contoh musim kemarau 2026 jika dibandingkan dengan musim kemarau 1997, 2005, 2015 atau 2019. Menurutnya, musim kemarau di tahun-tahun tersebut lebih kering dibanding musim kemarau 2026.
"Pada musim kemarau tahun 2026 ini, sekitar 400 zona musim (57,2 persen zona musim) di Indonesia (di seluruh Indonesia ada 699 Zona Musim) diprediksi akan mengalami periode musim kemarau yang lebih panjang bila dibandingkan dengan normalnya (rata-ratanya)," katanya.
"Salah satu penyebabnya karena musim kemarau tahun ini dipengaruhi dengan aktifnya El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat," ujar Fachri.
(Dhera Arizona)